Welcome to barisanpedulibangsa.org
Barisan Peduli Bangsa adalah organisasi masyarakat yang dengan kesadaran penuh didirikan agar menjadi lembaga yang bergerak dalam semua bidang usaha di masyarakat dan menjadi lapangan kegiatannya dan juga konsern pada kerja-kerja sosial dan kemanusiaan. Barisan Peduli Bangsa berkeinginan kuat untuk menjadi suatu organisasi yang dapat menyerap aspirasi masyarakat secara luas, berpartisipasi dalam pembangunan nasional untuk peningkatan kualitas pemenuhan hak-hak dasar manusia untuk mewujudkan Indonesia sejahtera sesuai dengan cita cita proklamasi.
Barisan Peduli Bangsa akan memberikan kontribusi positif bagi kesinambungan pembangunan di Indonesia untuk meningkatkan kewirausahaan dalam memperkuat dunia usaha dan industri serta penciptaan lapangan kerja, menunjang kemajuan pendidikan, pelayanan kesehatan masyarakat untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan Barisan Peduli Bangsa dengan dunia usaha untuk mengawal program-program Pemerintah yang pro rakyat.
Atas dasar pertimbangan ini, organisasi "Barisan Peduli Bangsa", dapat menjadi wadah bagi masyarakat sebagai gerakan sosial kemasyarakatan yang independen, mendorong semua anak bangsa untuk bangkit berperan aktif bersama pemerintah mengisi pembangunan yang terencana, penuh kearifan dan rasa tanggungjawab demi mewujudkan cita-cita Proklamasi dan menjadi keharusan bagi kita semua putra putri Indonesia untuk memberikan sumbangsihnya bagi masa depan bangsa ini.
Jakarta, 09 Desember 2009
Drs. H. M. Zen Bahri Harahap
Ketua Umum
Archive
Anggaran Negara Surplus Rp 38 Triliun vivanews.com 10 Des 2009, 00:38:20 WIB VIVAnews - Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2009 jauh lebih baik. Hal tersebut tercermin dari realisasi defisit anggaran yang mencapai Rp 87,2 triliun (1,6 persen Produk Domestik Bruto/PDB). | News & Events
![]() Kenaikan HPP Masih Jauh dari Harapan Petani Kompas.com 06 Des 2009, 22:58:45 WIB BANTUL, KOMPAS.com - Kenaikan harga pembelian pemerintah atas gabah sebesar 10 persen masih jauh dari harapan para petani di Bantul, DI Yogyakarta. Kenaikan tersebut belum memberikan jaminan keseja hteraan yang layak bagi mereka, karena harga kebutuhan pokok terus melambung. |
